Wow! Ternyata Penghasilan Preman Tanah Abang 25 Juta Perhari
![]() |
| Sumber: akurat.co |
Ombudsman yang merupakan perwakilan Jakarta Raya menduga
penyebab kerusuhan di Tanah Abang pada Kamis (17/1/2019) karena preman sudah kehilangan
sumber uang.
Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Teguh Nugroho
menjelaskan, para preman di Tanah Abang akan kehilangan mata pencahariannya
usai Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau skybridge mulai beroperasi.
Pasalnya, sebelum JPM dibangun, para pedagang yang melapak di Jalan Jatibaru
Raya menyetor sejumlah uang ke preman.
"Kan preman ada potensi kehilangan pendapatan dari
pedagang ini," kata Teguh saat dihubungi Senin (21/1/2019).
Pendapatan preman semakin banyak, kata Teguh, ketika pemprov
menyediakan tenda untuk PKL berjualan. Terlebih, banyak PKL yang berasal dari luar
kota ikut-ikutan jualan di jalan itu.
"Nah kemudian muncul pedagang baru di Jalan Jatibaru
yang kemudian mengklaim sebagai PKL Jati Baru. Padahal waktu kami verifikasi
orang - orang ini enggak ada," imbuhnya.
Teguh merinci, kini sebanyak 446 pedagang melapak di JPM.
Sementara pedagang yang direlokasi ke Blok F sebanyak 50 orang. Berdasarkan
data itu, lanjut Teguh, para preman yang biasanya meraup uang sampai jutaan
rupiah, kini tidak memiliki penghasilan lagi. Mengingat, para pedagang yang
direlokasi kini membayar uang retribusi ke PD Sarana Jaya.
"Mereka (PKL ke preman) bayarnya Rp50 ribu satu orang
per hari (sebelum direlokasi). 500
(pedagang) dikali 50 ribu orang saja sudah Rp25 juta per hari loh,"
bebernya.
Teguh menduga pedagang baru yang tidak direlokasi ke JPM dan
kini menempati trotoar di Jalan Jatibaru Raya masih rutin membayar kepada
preman. Namun, untuk kisaran uang yang diberikan PKL ke preman belum diketahui.
"Nah update data terbaru kami belum tahu lagi, tapi yang
lama - lama itu. Bisa dibayangkan jadi sekarang ada penambahan dari warga yang
tidak mau masuk ke Blok F saja ada 149 orang," tukasnya.

Komentar
Posting Komentar